Hey Sab!

Rp78,000

Kisah ini menceritakan tentang seorang laki-laki bernama Sabah, yang bertemu dengan gadis biasa-biasa bernama Yulia di sebuah toko kaset. Saat itu Sabah menyadari bahwa mereka berdua memiliki persamaan; sama-sama senang mendengar lagu dengan walkman. Tidak Sabah sangka, Yulia ternyata murid baru di SMA-nya dan Yulia juga ternyata sepupu dari seorang gadis bernama A Era–orang yang terang-terangan sangat menyukai Sabah. Sabah termasuk laki-laki yang banyak disukai oleh teman-teman perempuan sekolahnya karena ia tampan dan iago bermain futsaL Dan Mira termasuk perempuan yang menyukai Sabah.

Namun sebenarnya, Sabah tidak suka dengan perempuan yang terlalu mengagumi dirinya. Dan Sabah kini melihat bahwa Yulia berbeda. Yulia tidak mengagumi Sabah seperti perempuan-perempuan lainnya. Hal itulah yang membuat kedua sahabat Sabah, Abim dan Hafis, segera ‘mengompori’ Sabah untuk segera mendekati Yulia.

Sabah melakukan berbagai cara untuk mendekati Yulia namun Yulia selalu menghindar karena ia tahu, sepupunya sendiri menyukai Sabah. Yulia tidak ingin mengecewakan sepupunya.

Namun, pada akhirnya Mira tahu bahwa sebenarnya Sabah menyukai Yulia. sepupunya sendiri. Pada malam saat Sabah memeluk Yulia. Mira melihatnya.

Dan sejak itu, Mira, Yulia dan satu sahabatnya lagi Cuhat, saling menjauh dan mendiamkan. Mira terbakar api cemburu pada Yulia, karena Yulia telah berhasil mencuri hati Sabah 2ilira iuga membenci Cukat^karena Cukat ternyata telah mengetahui fakta bahwa Sabah meyukai Yulia sejak lama, namun Cukat memilih untuk merahasiakan hal ini dari Mira.

Namun setelah bercerita pada Ibas, salah satu teman masa kecil Mira yang mengidap penyakit kanker darah, Mira akhirnya tersadar bahwa lapang dada adalah hal yang harus ia lakukan saat ini. Ibas, mencerahkan pemikiran Mira, bahwa cinta bukanlah sesuatu yang bisa dipaksa. Dan Ibas juga berkata bahwa kelak, Mira akan menemukan pengganti Sabah yang lebih baik. Akhirnya, Mira mengikhlaskan Sabah untuk Yulia. Dan semuanya berjalan normal kembali.

Di akhir cerita, Ibas ternyata selama ini memendam perasaannya pada Mira. Namun Ibas tidak sempat mengutarakan perasaannya pada Mira. Ibas sudah meninggal karena keganasan kanker darah yang ia idap. Ibas meninggalkan sepucuk surat untuk Mira yang berisikan ungkapan hatinya selama ini.

Penulis

ISBN

978-602-51993-6-3

Halaman

334

Ukuran

13,5 x 20 cm

Tahun Terbit