Bullying membuatku kehilangan keberanian. Dari anak yang awalnya memiliki semangat untuk bermain, berubah menjadi anak yang selalu menunduk. Aku semakin diam, tidak percaya diri, dan tidak berani mengangkat tangan meski aku tahu jawabannya. Aku menjadi anak yang tidak ingin terlihat oleh siapapun. Bahkan, aku mulai takut ke sekolah. Ketakutan itu berlangsung lama, sangat lama.
Ada banyak momen di mana aku merasa takut. Ada banyak keputusan yang harus aku ambil tanpa benar-benar tahu bagaimana hasilnya. Ada banyak malam di mana aku hanya bisa berharap bahwa aku sedang berjalan ke arah yang benar.
Namun satu hal yang aku lakukan adalah, aku tidak berhenti berjalan.
Perjalanan ini membawaku ke tempat-tempat yang dulu hanya berani aku bayangkan. Ia juga membawaku kembali ke diriku sendiri. Aku mulai memahami bahwa rasa takut bukanlah sesuatu yang harus dihindari. Ia hanyalah bagian dari proses bertumbuh.











